Tinggi badan bagi seorang wanita adalah untuk keindahan dan karena urusan fashion. Bagi pria, tinggi yang mencukupi sangat mendongkrak rasa percaya diri mereka karena bisa memberikan penampilan yang lebih berwibawa dan gagah. Beberapa artis bahkan menggunakan heels untuk menaikkan tinggi mereka beberapa cm, namun heels ini biasanya disamarkan dalam penampilan karena masih tidak umum melihat pria mengenakan heels.
Kini, beberapa brand ternama memberi jalan bagi para pengguna heels pria ini untuk lebih terbuka dan percaya diri, dengan meluncurkan koleksi heels untuk pria, dikutip dari DailyMail. Tidak tanggung-tanggung, tinggi heels hampir sama dengan para wanita, yaitu dari hanya 5 cm hingga 10 cm. Model yang dilengkapi heels ini di antaranya adalah boots setinggi lutut, wellington boots, wedges dan bahkan heels yang sangat tinggi.
Desainer sepatu Rick Owens meluncurkan Mohawk wedge dengan heels 10 cm, dan sebenarnya sepatu ini tetap nampak maskulin karena wedgesnya tersamarkan. Tidak hanya itu, Prada dan Burberry pun mengikuti tren ini dengan meluncurkan heels setinggi 2 inch atau 5 cm.
Namun demikian, begitu tren sepatu pria berheels tinggi ini diluncurkan, nyatalah bahwa alasan pria membeli sepatu ini bukanlah karena fungsinya, melainkan lagi-lagi kembali pada style. Terbukti dari 23 pasang sepatu Rick Owens yang terjual di minggu pertama, ukuran yang dibeli adalah ukuran kaki besar yaitu 43, 44 dan 45 yang menunjukkan bahwa si empunya kaki cukup tinggi. Wew.. sepertinya ini akan lebih seru dari era tahun 70an dulu, Ladies. Bersiaplah bersaing memilih high heels dengan para pria!
sumber: kapanlagi.com
Banyak ibu dan ayah menganggap anak mereka pintar, tapi kebanyakan anak hanya jenius di mata orangtua mereka. Namun, beberapa anak sebenarnya dicap sebagai yang pintar. Apakah anak anda adalah salah satunya? Ada beberapa pedoman perkembangan yang sering mengindikasikan kepintaran anak. Berikut ini ada sepuluh tanda anak pintar.
1. Mempertahankan Informasi: Istilah "masuk telinga kiri keluar telinga kanan" nampaknya berlaku bagi kebanyakan anak. Akan tetapi anak yang pintar benar-benar mempertahankan berbagai informasi dan mampu mengingatnya di lain waktu. Sebuah contoh dari National Association of Gifted Children (NAGC) ialah: "Seorang anak berusia enam tahun kembali dari perjalanan museum ruang angkasa dan mereproduksi kembali secara akurat gambar roket ruang angkasa yang telah dilihatnya.
2. Memiliki Ketertarikan Luas: Anak pintar menampilkan minat dalam berbagai topik. Mereka mungkin suka dengan dinosaurus dalam satu bulan, ruang angkasa bulan berikutnya, dan seterusnya.
3. Menulis dan Membaca Lebih Awal: Jika anak anda adalah seseorang yang pintar, dia mungkin dapat membaca dan menulis sangat dini dan tanpa pengajaran formal.
4. Berbakat di Bidang Musik atau Seni: Anak yang menampilkan bakat luar biasa untuk musik dan seni sering dianggap pintar. Anak yang dapat menggambar, bernyanyi dengan sempurna, atau menampilkan bentuk persepsi seni yang tinggi lainnya biasanya masuk dalam kategori anak pintar.
5. Menunjukkan Waktu Konsentrasi Intens: Anak tidak begitu identik dengan rentang perhatian yang panjang, tapi anak pintar mampu memiliki waktu lebih konsentrasi intens.
6. Memiliki Ingatan Baik: Beberapa anak pintar mampu mengingat hal-hal sewaktu mereka lebih kecil. Misalnya, anak berumur dua tahun mungkin ingat dan membawa kembali kejadian ketika dia berusia 18 bulan.
7. Memiliki Kosakata Tinggi: Seorang anak yang terlalu dini untuk berbicara bukan saja merupakan tanda kepintaran, tapi jika anak anda berbicara menggunakan kosakata yang lebih maju dan kalimat-kalimat, maka dia mungkin memang sepintar yang anda bayangkan. Menurut NAGC, "Anak pada usia dua tahun membuat kalimat seperti: 'Ada anjing.' Anak dua tahun yang pintar mungkin akan berkata, 'Ada seekor anjing di belakang rumah dan ia mengendus bunga.'"
8. Memperhatikan Detil: Anak pintar memiliki mata tajam untuk detil. Anak yang lebih tua mungkin ingin tahu rincian spesifik tentang bagaimana segala sesuatu bekerja, sedangkan anak yang lebih muda akan dapat menaruh kembali mainan persis di mana ia mendapatkannya atau memperhatikan jika sesuatu telah dipindahkan dari tempat biasa.
9. Bertindak sebagai Kritikus Sendiri: Pada umumnya anak tidak terlalu khawatir tentang diri mereka sendiri atau orang lain, kecuali teman mereka memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Sebaliknya, anak pintar prihatin dengan orang lain, tapi yang paling penting diri mereka sendiri.
10. Memahami Konsep Kompleks: Anak yang sangat pintar memiliki kemampuan untuk memahami konsep yang kompleks, memahami hubungan, dan berpikir abstrak. Mereka mampu memahami masalah secara mendalam dan berpikir tentang solusi.
sumber: kaskus.us
Film Harry Potter mungkin sudah berakhir, tapi fenomena di baliknya masih terus membuat kita terkagum-kagum bahkan rasanya tidak pernah terpuaskan. Jadi, jika Anda pernah bertanya-tanya di mana dan berapa banyak panggung set yang telah diciptakan untuk membuat cerita ini hidup di depan layar Anda, atau terbuat dari apa sapu terbang di film ini, yuk, kita intip fakta menarik dari dunia sihir Harry Potter dan teman-temannya!





